Showing posts with label kuliner blitar. Show all posts

Nasi Pecel Pak Broto


Nasi pecel pak broto sudah berdiri sejak th.1990 disana menyediakan nasi pecel dengan bumbu khasnya,lengkap  dengan peyek uceng,tempe dan tahu. ada juga dawet yg hanya tersedia di pagi hari....!!!
buka dari pagi jam 07.00-12.00. berada di desa semen gandusari tepatnya di pasar semen ke utara kurang lebih 100m.


 Specifications

  • Menu Andalan: Nasi pecel (Rp. 3.000)
  • Jam Buka: 07.00 - 12.00
  • Alamat Lokasi:  Desa semen kec. gangusari, Blitar Telp. 085732485559

Ayam Bakar Bu Mamik


Ayam Bakar Bu Mamik merupakan salah satu restoran keluarga yang pantas dikunjungi saat melewati kota Blitar. Restoran ini juga membuka cabangnya di kota Tulungagung dan Malang. Selain melayani pemesanan makan di tempat, restoran ini juga menerima pesanan dalam box, nasi tumpeng, acara pesta ulang tahun, rapat, resepsi pernikahan, dll. 
Menu yang banyak dipesan oleh pengunjung di restoran ini adalah Gurame Bakar Madu, Sup Buntut dan sudah tentu Ayam Bakar sebagai menu andalannya. Ayam bakar disini diolah dengan bumbu Bali dan terbuat dari ayam kampung, selain itu sebelum dibakar dipresto dahulu sehingga tetap empuk. Restoran ini sangat menjaga kualitas masakannya, sehingga untuk bahan bakunya juga dipilih yang memiliki kualitas terbaik. Misalnya, untuk ikan dipilih ikan yang segar dan tidak berbau tanah dan ayam yang dipotong adalah ayam kampung yang sehat. 
Ayam Bakar Bu Mamik juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk memanjakan para pengunjungnya, antara lain : sarana parkir yang luas, mushola, kamar mandi yang bersih , serta aula yang lapang dan sejuk. Selain itu penataan tempat makan dengan perabotan dan barang barang antik yang berasal dari barang tempo dulu.
 

Sumber foto : berbagai sumber

Specifications

  • Menu Andalan: Ayam Bakar, Gurami Bakar Madu, Sop Buntut
  • Jam Buka: 12.00 – 21.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Veteran 103, Blitar Telp. (0342) 806634


Nasi Pecel Mbok Bari


Nasi Pecel merupakan makanan khas daerah Blitar, Kediri, Madiun, dan Ponorogo. Tapi nasi pecel Blitar memiliki rasa khas tersendiri. Nasi Pecel Blitar memiliki karakteristik tingkat kepedasan yang cukup tinggi dan tekstur bumbu kacang yang masih sedikit kasar. Mbok Bari adalah salah satu penjual nasi pecel sejak tahun 1964 yang dikenal dengan Nasi Pecel BLEDHEG-nya di Blitar, karena rasa sambelnya terkenal sangat pedas sekali. 
Dari segi isian, nasi pecel disini hampir sama dengan nasi pecel lain karena menggunakan daun pepaya, singkong, tauge, daun kenikir, dan kol yang telah direbus serta ditemani dengan rempeyek kacang dan rempeyek udang. Sedangkan bumbu kacangnya terbuat dari kacang tanah Tuban yang disangrai dan diulek bersama dengan bawang merah, kencur, cabe rawir merah, cabe merah, asem jawa, gula jawa, dan terasi goreng. Campuran antara isian dan sambal kacangnya terasa sangat nikmat dan menggoda di lidah. 
Warung Nasi Pecel mbok Bari buka mulai pukul 05.30 pagi, tapi tak jarang pengunjung harus antri mengingat penduduk lokal tidak bisa lepas dari sarapan nasi pecel. Sekarang ini warung Nasi Pecel mbok Bari sudah bisa ditemukan di beberapa lokasi di Blitar. Sebagai oleh-oleh, disini Anda bisa memesan sambal pecel keringnya saja.

Sumber foto : berbagai sumber

Specifications

  • Menu Andalan: Nasi Pecel (Rp. 5.000) Sambal Pecel
  • Jam Buka: 05.30 – 14.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Slamet riyadi no 93, Sentul - Blitar


Lesehan President Resto


Salah satu resto yang menarik dikunjungi di Blitar adalah Lesehan President Resto yang berada di jalan Ir Soekarno, Jatimalang atau kira-kira 250 meter dari makam Bung karno. Suasana restoran yang berdiri sejak tahun 1998 ini sangat nyaman karena berada di tengah areal persawahan sehingga pengunjung bisa bersantai sambil menikmati semilir angin. Didukung konsep restoran yang berbentuk lesehan membuat pengunjung merasa betah.
Lesehan president resto menawarkan berbagai macam menu seperti ayam mentega, ayam rica-rica, ayam masak pedas, ayam asam manis, gurami bakar, gurami asam manis, cap cay kuah, dan mie goreng. Sedangkan Ayam Asam Manis dan Cap Cay Kuah adalah menu andalan dari resto ini, pengunjung bisa menikmati menu ini hanya dengan harga Rp. 12.000,- saja.
Pelayanan dari Lesehan President resto tidak termasuk cepat dalam menyuguhkan makanan karena setiap masakan baru dimasak setelah dipesan sehingga kualitas masakan terjaga. Lesehan President resto juga dapat dijumpai di Tulungagung, Nganjuk, dan Kediri.

Sumber : saji
Sumber foto : blitar.go.id

Specifications

  • Menu Andalan: Ayam Asam Manis dan Cap Cay Kuah ( Rp. 12.000 )
  • Jam Buka: 09.00 – 22.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Ir Soekarno – Jatimalang, Blitar Telp. (0342) 7712334


Ikan Uceng di Warung Barokah Pak Sabar


Uceng merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di air tawar, atau lebih tepatnya berada di kali (sungai) yang alirannya tidak terlalu besar. Mungkin sebagian besar orang belum terlalu mengenal uceng (ikan uceng), karena tidak semua sungai yang ada di daerah menjadi habitat uceng. Saya sendiri pertama kali mengenal ikan uceng ketika mampir di Warung Barokah Pak Sabar, meskipun Saya asli Blitar. Lokasi warung ini berada di Jl. Semeru No. 24, Babadan, Wlingi, Blitar. Kalau dari Pasar Wlingi, ambil arah ke Utara menuju jalan ke Wisata Rambut Monte atau Bendungan Selorejo, warungnya ada di Sebelah kanan jalan.
Waktu itu, Saya bersama tim wisatakuliner.com baru saja pulang dari Wisata Rambut Monte menuju Malang dengan melewati jalur selatan. Kami tiba di warung Pak Sabar sekitar jam 11 siang, cuacanya agak mendung, warungnya cukup besar, mungkin mampu menampung lebih dari 50 pengunjung. Ada cukup banyak menu yang ditawarkan, ada sayur uceng, lele masak, kare ayam, ayam penyet, lele penyet, ayam panggang, rawon dan nasi campur yang lauknya bisa kita pilih sendiri. Tapi, dari sekian banyak menu yang ada, yang paling dicari yaitu olahan ucengnya (uceng goreng).
Sebenanya kami berniat untuk menikmati uceng goreng, tapi keberuntungan sedang tidak berpihak kepada kami. Secara kebetulan, pada hari itu tidak ada uceng sama sekali di kali belakang, pada hal biasanya setiap hari menu uceng goreng selalu tersedia, itulah keterangan yang Saya terima. Namun kekecewaan kami terobati dengan menu olahan uceng. Saking penasarannya dengan uceng, semua menu olahan uceng sampai kami pesan semua, mulai dari sayur uceng, rempeyek uceng (meski ada ikan wader di dalamnya yang lebih dominan) dan juga bothok uceng.
Mungkin Anda akan bertanya-tanya, seperti apa uceng itu? Jawabannya sangat mudah, Anda pasti sudah tahu ikan lele dengan jelaskan? Nah, uceng itu bentuknya mirip dengan lele, sama-sama memiliki sungut, tapi ukurannya lebih kecil dan kepalanya lebih pipih dan sempit. Meski belum bisa merasakan uceng goreng, tapi Saya sudah cukup puas menikmati uceng yang dimasak kuah santan. Dagingnya memang cukup sedikit, tapi keset dan gurih, bumbunya meresap ke dalam dan agak pedas. Sedangkan untuk bothoknya, uceng yang digunakan berukuran jauh lebih kecil. Mungkin lebih kecil dari jari telunjuk, meski kecil tapi rasanya gurih-gurih pedas dalam balutan kelapa halus.
Setelah selesai menikmati ucengnya, jangan lupa untuk mencicipi juga tape ketan hijaunya yang manis sebagai penawar rasa pedas. Makanan di pedesaan memang jauh berbeda dengan masakan kota, baik dari segi rasa maupun harga. Kalau untuk rasa, benar-benar khas yang sulit ditemukan di daerah perkotaan. Sedangkan untuk harga benar-benar miring, untuk sayur ucengnya biasa dibandrol 5ribu rupiah untuk seporsi, tapi karena kami minta sedikit, jadi cuma kena 3ribu saja. Untuk pepes 1.500 per bungkus, dan yang membuat kami cukup tercengang dan keheranan harga tape ketan hijaunya, cuma 5ratus rupiah saja. Kalau diperkotaan, uang 5ratus tidak ada artinya, ongkos parkir saja minimal seribu rupiah.
Sebelum masuk ke dalam warung, tepat di sebelah pintu masuk ada yang jual rujak cingur yang menggoda. Tak luput dari pandangan kami, rujak cingur juga masuk ke dalam menu makan siang kami kali ini. selain rasanya yang enak, harganya juga murah, hanya 5ribu rupiah untuk satu porsi. Karena terlalu sibuk mencicipi berbagai menu yang ada, kami sampai tidak sadar kalau ruangannya sudah dipenuhi pengunjung, di luar hujan juga mengguyur. Setelah hujan cukup reda, akhirnya perjalanan kami lanjutkan kembali.

Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com

             Specifications
  • Menu Andalan: Uceng Sayur (Rp. 5.000), Bothok uceng (Rp. 1.500), Rempeyek Uceng (Rp. 5.000/ 3 buah), Rujak Cingur (Rp. 5.000), Tape Ketan Hijau (Rp. 500) Jam Buka: 06.00 - 19.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Semeru No. 24, Babadan, Wlingi, Blitar Telp. 0342-693960, 0821.3178.7757


Es mini



Sesuai dengan namanya, rumah makan yang satu memang terkenal dengan es mininya. Meskipun disebut-sebut sebagai es mini, tapi kalau dilihat porsinya cukup besar, kalau pun dinikmati setelah makan pasti akan membuat kita semakin kekenyangan. Es ini terdiri dari ±15 jenis bahan dan buah-buahan yang ditata di dalam mangkuk ukuran sedang, kemudian ditambah dengan es serut dan kucuran susu kental manis cokelat. Untuk menikmatinya, kita harus mengaduknya terlebih dahulu agar esnya agak mencair. Sedangkan untuk bahan dan buah-buahannya sendiri ada alpukat, melon, nanas, kelengkeng, semangka, apel, durian, kolang-kaling, durian dan lain sebagainya. Dari semua bahan isian es mini, hanya ada satu bahan yang membuat Saya sedikit heran, yaitu ada penambahan tomat di dalamnya.
Es mini memang cocok untuk dinikmati di siang hari setelah jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Blitar. Selain menyegarkan, kita juga akan mendapat kejutan rasa yang berbeda setiap menyantap potongan-potongan buahnya yang beraneka macam. Ketika Saya datang jam menunjukkan pukul setengah 2 siang, suasanya sangat ramai. Ruangannya yang cukup luas terlihat lebih sempit dengan banyaknya pengunjung yang memenuhi semua kursi di ruangan itu. Karena di lantai 1 penuh, Saya memutuskan untuk naik ke lantai dua. Ukurannya tidak terlalu besar dan sedikit agak gelap, ada beberapa piala terpajang di dalam almarinya. Karena merasa kurang nyaman berada di lantai 2, akhirnya Saya kembali turun berharap sudah ada kursi yang kosong.
Kebetulan waktu itu Bapak Anwar Sani sebagai pemilik rumah makan ini sedang tidak ada di tempat, tapi Saya sempat bertemu dengan Earlike salah satu putri Beliau. Bedasarkan informasi yang Saya terima, usaha ini mulai dirintis sekitar tahun 1975-an dengan menempati sebuah bangunan kecil berukuran 4x6 meter di jalan Kelud. Kemudian pada tahun 1997, warungnya pindah ke Jalan Wahidin 14A dengan menempati salah satu bangunan yang cukup besar hingga sekarang ini. Perkembangannya yang cukup pesat juga dapat dilihat dari beberapa piagam penghargaan yang diperoleh warung ini, piagam-piagam tersebut ditempel pada dinding lantai 1.
Selain es mini yang menjadi icon, rumah makan ini juga menyediakan variasi es lainnya dan menu makanan. Ada es gula asem, es rumput laut, es tomat susu, es kopyor, es teller, es aneka jus, ayam bumbu rujak, nasi rames, nasi rawon dan masih banyak lagi menu lainnya. Biasanya rumah makan ini mulai melayani para pengunjungnya mulai jam 7 pagi sampai jam 10 malam setiap hari.

Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com

Specifications

  • Menu Andalan: Es Mini (Rp. 8.000)
  • Jam Buka: 07.00 - 22.00
  • Alamat Lokasi: Jl. Wahidin 14A, Blitar Telp. 0878.8007.6519

Warung Mak Ti



Blitar merupakan sebuah kota kecil yang cukup tenang dan berada di jalur tengah, dalam artian kotanya tidak terlalu cepat berkembang tapi juga bukan merupakan kota yang tertingggal. Dari beberapa informasi yang Saya terima dari beberapa sumber, sekarang ini pemerintah kota Blitar bersama beberapa lembaga terkait sedang mengadakan pembenahan dan pengembangan dalam bidang kepariwisataan

- Copyright © 2013 Jupiter Wlingi - Wap - Powered by Jrc-Wlingi - Designed by Ambon Jrc -